NEWS UPDATE :  

Berita

AKHLAK SEBAGAI BEKAL UTAMA SANTRI NURUL JADID

Salah satu pelajaran yang di ajarkan di Pondok Pesantren Nurul Jadid Duripoku adalah Ahlak, mulai dari kitab Alala untuk tingka dasar, hingga Kitab Taklim Mutaallim.


Menurut Pimpinan Pesantren KH. Zaini, walaupun hanya Kitab Taklim Mutaalim apabila santri sudah mampu mengamalkan isinya, maka insyaallah Santri akan mendapatkan keberkahan ilmu dan sukses dunia dan Akhirat.

 

Senada dengan yang di sampaikan oleh  Umar Baraja akhlak penting diperhatikan karena berkaitan erat dengan kebahagiaan dan kesengsaraan hidup seseorang, baik di dunia maupun di akhirat. Akhlak yang baik akan mengantarkan seseorang kepada kebahagiaan. Sebab, Allah akan meridainya dan memberikan tambahan iman kepadanya, memasukkannya ke dalam surga, melapangkan rezekinya, memberkati umurnya.


Selain itu, dia akan disukai oleh keluarga dan kerabatnya serta masyarakat pada umumnya. Sehingga dia akan hidup dalam suasana cinta dan mulia di antara mereka. Hal ini ditegaskan dalam al-Qur-an dan hadis. Dalam al-Qur-an disebutkan secara jelas bahwa sungguh beruntung orang yang menyucikannya (jiwa itu), dan sungguh rugi orang yang mengotorinya (asy-Syams (91): 9-10).

 

1. KITAB ALALA

 

Kitab Alala merupakan kitab tipis tapi sarat akan makna yang mendalam ini berisi Nadhoman atau syairan khas bahasa arab, merupakan rangkuman yang sebagian besarnya di ambil dari kitab Taklim mutaallim.


Sampai saat ini belum di ketahui secara pasti siapa yang menyusun Kitab Alala ini. Dalam sampulnya hanya tertulis Li bakdhi at-Talamidz bi Fasantrin Agung Lirboyo Kediri yang menjadi tanda bahwa penyusunnya adalah salah satu santri kreatif dari Pesantren Lirboyo. Namun di versi cetakan lainnya, disebut penulisnya adalah Muhammad Abu Basyir Al-Dimawi, yang kemungkinan orang Demak.

 

Tema dan Isi Kitab Alala

Dari segi isi, versi kitab Alala yang saya miliki memiliki 37 bait. Dan dari ketigapuluh tujuh bait tersebut, terdapat 22 tema, yaitu:

  1. 6 Syarat Mencari Ilmu
  2. Tentang Seorang Pencari Ilmu dan temannya
  3. Keutamaan Ilmu
  4. Metode mencari ilmu
  5. Ilmu Fiqih dan keutamaannya
  6. Keutamaan ahli Fiqih dari ahli Ibadah
  7. Bahayanya orang bodoh yang tekun ibadah
  8. Belajar Harus Mau Payah
  9. Jangan banyak bicara
  10. Bahaya lisan
  11. Utamanya orang yang berilmu
  12. Berjuang dan tabah
  13. Adab bermasyarakat
  14. Mengagungkan guru
  15. Nafsu harus dihinakan
  16. Janganlah berburuk sangka
  17. Golongan Manusia di sekitar kita
  18. Jangan mendendam
  19. Waktu yang bernilai
  20. Belajarlah !
  21. Mari kita cari keutamaan
  22. Lebih baik kita mati daripada jadi orang hina

 

2. KITAB TAKLIM MUTAALLIM

 

Di kalangan pesantren, khususnya pesantren tradisional, nama al-Zarnuji tidak asing lagi ditelinga para santri. Al-Zarnuji dikenal sebagai tokoh pendidikan Islam.Kitabnya yang berjudul Taklim al-Mutaallim merupakan kitab sangat popular yang wajib dipelajari di pesantren-pesantren.Bahkan para santri wajib mengkaji dan mempelajari kitab ini sebelum membaca kitab-kitab lainnya.


Nama lengkap al-Zarnuji adalah Burhan al-Din Ibrahim al-Zarnuji al-Hanafi. Nama lain yang disematkan kepadanya adalah Burhan al-Islam dan Burhan al-Din.


Perjalanan kehidupan al-Zarnuji tidak dapat diketahui secara pasti. Meski diyakini ia hidup pada masa kerajaan Abbasiyah di Baghdad, kapan pastinya masih menjadi perdebatan hingga sekarang. Al-Quraisyi menyebut al-Zarnuji hidup pada abad ke-13 M. Sementara para orientalis seperti G.E. Von Grunebaun, Theodora M. Abel, Plessner dan J.P. Berkey meyakini bahwa al-Zarnuji hidup dipenghujung abad 12 dan awal abad 13 M.


Isi kandungan kitabTaklim Mutaallim lebih menonjolkan etika murid kepada guru. Terbukti di antara 13 fasal yang dimuat dalam kitab tersebut, yang bisa dikatakan sebagai metode adalah bagian al-Jiddu wal Muwadhabah (kesungguhan dan ketetapan hati), Ikhtiyar al-Ilm (Memlilih ilmu), Bidayah as-Sabq (Permulaan belajar), Istifadah (mencari faidah), dan bagian penyebab hafal atau lupa. Itupun di dalamnya tak lepas dari bimbingan etika yang dianjurkan kepada murid.


Dengan menilik muatan tersebut, besar kemungkinan bahwa Syekh az-Zarnuji berpendapat bahwa etika adalah bagian dari metode belajar. Sehingga yang diharapakan adalah para santri atau murid yang lebih mengedepankan etika ketimbang keilmuan. Sebagaimana disinggungnya dalam mukadimah bahwa di zaman beliau banyak pelajar yang tak mencapai tujuan karena salah metode. Ada pula yang berhasil memperoleh ilmu namun tak menggapai manfaatnya.


Bagian paling penting dalam kitab Takim adalah tentang menghormati ilmu dan ahlinya. Dalam hal ini, guru, kiai dan keluarganya menjadi sosok utama yang harus dihormati oleh santri. Sisi keberkahan merupakan hal utama yang ditekankan dalam tradisi pendidikan pesantren.


adapun isi kitab Taklim Mutaalikm ini terdiri dari 13 pasal:

  1. menerangkan hakikat ilmu, hukum mencari ilmu, dan keutamaannya.
  2. niat dalam mencari ilmu.
  3. cara memilih ilmu, guru, teman, dan ketekunan.
  4. cara menghormati ilmu dan guru
  5. kesungguhan dalam mencari ilmu, beristiqamah dan cita-cita yang luhur.
  6. ukuran dan urutannya.
  7. tawakal.
  8. waktu belajar ilmu.
  9. saling mengasihi dan saling menasihati.
  10. mencari tambahan ilmu pengetahuan.
  11. bersikap wara ketika menuntut ilmu.
  12. hal-hal yang dapat menguatkan hapalan dan yang melemahkannya.
  13. hal-hal yang mempermudah datangnya rizki, hal-hal yang dapat memperpanjang, dan mengurangi umur.

Kirim Pesan